Untukmu Saudaraku


Duka kembali menghinggapi keluarga besar Arema Indonesia, khususnya Aremania. Galih, menderita patah tulang tengkorak setelah terjatuh ke parit stadion kanjuruhan setelah laga Gresik vs Arema Indonesia.

Doa ku, doa kami, untukmu sam. Lekas sembuh, dan kita bernyanyi lagi di atas tribun, lihatlah,, singa kita memanggilmu.

Semenjak Minggu (01/07) lalu, Aremania dari berbagai komunitas dan korwil bergerak ke jalanan. Tujuannya untuk menggalang dana kepada Aremania yang menjadi korban dari laga Arema vs Gresik United. Dalam laga yang dihelat didepan 34 ribu pasang mata itu, nasib nahas dialami oleh Galih alias Bujel. Usai pertandingan, dia yang bermaksud melepas bendera yang merentang di pagar Pintu 4 tribun ekonomi sisi utara Stadion Kanjuruhan, Aremania asal Sumpil Gang II itu justru terjatuh ke parit stadion yang dalamnya sekitar 2 meter.

Jika dihitung dari ketinggian pagar yang juga 2 meter. Maka Galih jatuh dari ketinggian 4 meter. Kejadian itu membuat pria yang berusia 23 tahun itu mengalami retak tulang tengkorak bagian belakang serta retak bagian pipi dan rahang kiri. Pasca kejadian akhir pekan lalu, Galih langsung dilarikan ke RSUD Kepanjen. Hingga kini tim dokter belum bisa melakukan operasi karena menunggu kondisinya lebih stabil. Biaya operasi yang berkisar 17-20 juta tentu kesulitan untuk ditanggung Bujel yang dari keluarga ekonomi pas- pasan, selain kondisinya yang Yatim. Karena itu rekan-rekan seperjuangan galih, Aremania sudah bergerak untuk mencari sumbangan di jalanan demi kesembuhan sang kawan.

Sejak senin, jalanan protokol kota Malang mulai dari depan Stasiun, Sukarno hatta, perempatan Rampal, pertigaan Karangploso, pertigaan Kacuk, hingga Pasar minggu dsb sudah ramai berbagai Aremania untuk meminta sumbangan. Selain turun langsung ke jalan, beberapa komunitas dan korwil Aremania juga mengetuk hari saudara- sudara Aremania yang ada di luar kota. Sebuah solidaritas yang sangat luar biasa bagi sesama Aremania.

Sepenggal Kisah Foto Di atas, Sepenggal dari jutaan cerita tentang AREMA, karena Aremania Aremanita itu disatukan hati, rasa & jiwa mereka oleh AREMA.

Saat penggalangan dana buat sam Galih alias Bujel Di pertigaan Karanglo, Malang. 2 pengamen licek ini menghampiri kami dngan lugu bertanya.

"Pak lek kulo nyumbang rong ewu angsal ta? kulo geh Aremanita. Adik kulo niki geh Aremania" (Paman, Saya menyumbang 2000 boleh ngga? saya juga aremanita, adik saya juga aremania)

Ayas tanya
''Awakmu duwe duek a nduk?" (Kamu punya uang dik?)

Si kecil menjawab "Alhamdulillah kulo angsal koyo 17 ewu, niki sing 2 ewu kulo damel nyumbang, kersane barokah rejeki kulo" (Alhamdulillah, saya mendapatkan uang 17 ribu hari ini, ini yang 2ribu buat menyumbang. Supaya barokah rejeki saya)

Panggilan JIWAlah yang mengantarkan seseorang untuk peduli dengan sesama, sejiwa, sehati satu saudara. Karena Aremania adalah sebuah kebersamaan. Dari sebuah kebersamaan kita bisa terlahir. SALAM SATU JIWA, AREMA !!

0 komentar:

Posting Komentar